Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Alleycats - Koleksi Lirik Lagu
Mesra.net Forum > Hiburan - Artis, Filem & Lirik Lagu > Mesra.net - Koleksi Lirik Lagu-Lagu Melayu
nurr
-reserved-
nurr


Suara Kekasih

Hadiran ombak membelai pantai
Tiada putusnya percintaan itu
Hembusnya bayangmu menyejukkan
Tapi tiada terhenti dahaga
Kerinduan suara kekasih
Membelai hatiku
Suara kekasih
Membasuh lukaku

Tibanya sinar bulan di laut
Dengan ribuna alunan kemesraan
Membawa kenangan yang berlalu
Dengan ribuan warna keemasan
Suara kekasih
Membelai jiwaku
Suara kekasih
Yang menyejukkan ku

Terdengar suaramu yang suci
Pabila terkejut dari mimpi
Ku manyakinkan suara itu
Memanggil daku dengan harapan
Tapi sayangnya alunan ombak
Yang memecah diri sangkaku
Suara kekasih
Yang memanggil daku
Suara kekasih
Di malam yang indah
nurr
Setahun Sudah Berlalu

Gurindam dan irama
Tidak lagi ku hiraukan
Setelah api cinta terpadam
Apa yang tinggal kini
Hanya sisa kesal kelmarin
Menjadi simfoni mendayu
Pada setiap malam minggu

Setahun sudah berlalu
Februari muncul kembali
Dengan kehangatan semalam
Tanpa ku sedari
Ku petik mawar merah
Ku tulis sekuntum puisi
Tapi sayang pada siapa kan ku beri

Kesepian memaksa
Ku lihat wajah di cermin
Terpandang aprut di muka ku
Bekas cinta yang lama
Apakah tidakkan hilang
Kesan cinta yang terus mendatang
Bermain di jiwa ini
nurr
Sampaikan Salam Cinta Ku

Sampaikanlah salam cintaku padanya
Walaupun terluka namunku merindu
Kerana cintaku tiada akhirnya
Walaupun kau telah menghancurkannya

Sampaikanlah salam cintaku padanya
Walaupun sengsara namunku masih sayang
Kerana cintaku mewangi dan harum
Walau tercampak di mana jua

( korus )
Andaiku tiada, andaiku pejam mata
Biarku abadi, cinta yang setia ini
Biarpun kau jauh, sambutlah salamku
nurr
Sekuntum Mawar Merah Sebuah Puisi

Sekuntum mawar merah sebuah puisi
Untuk gadis pilihan oh.. di bulan Februari
Mulanya cinta bersemi dan kehadiran
Ribuan mimpi-mimpi oh di bulan Februari

Kemesraanmu dan cintaku
Berlagu dalam irama nan syahdu
Tapi mengapa hanya sementara
Cinta yang menyala padam tiba-tiba

1
Terkenang kembali lagu cinta lama
Kisah mawar merah berduri
Menusuk di hati
Haruskah ku ulangi

Apakah dosaku dan apakah salahku
Sering gagal dalam bercinta
Mengapa cinta hanya sementara
Api yang menyala padam tiba-tiba

( ulang dari 1 )

Sekuntum mawar merah sebuah puisi
Di bulan Februari
nurr
Nota Terakhir

Ada sekeping nota
Kujumpa di atas meja
Mencurahkan satu rahsia
Yang terpendam menjadi dendam

Mungkinkah selama ini
Kau hanya bersandiwara
Demi melupakan
Suatu tragedi
Yang tak mampu ku tempuhi

Nota yang terakhir ini
Cukup aku mengerti
Firasatku terhadapmu
Semuanya benar

Ku bukan seorang jutawan
Yang sebagaimana engkau inginkan
Ataupun seorang cendekiawan
Yang dapat mendidik seribu insan
nurr
Layang-layang Terputus Talinya

Berarak mendung kelabu
Mengekori langkahku
Sepanjang kehidupan
Penuh dugaan
Namun aku tetap aku

Kucuba dan terus mencuba
Mencapai suria
Walau membakar jiwa
Walau aku dihina
Namun aku tetap aku

Derita oh derita
Engkau di mana-mana
Walaupun jauh aku berlari
Mahupun berdiam diri
Namun indah mimpi dari realiti
Hidupku tanpa arah
Bagaikan layang-layang
Terputus talinya

Tapi pasti suatu hari nanti
Sinar suriakan menjelma
nurr
Kerana

Di keheningan malam indah syahdu
Engkau merayu ku
Nada suara merdu
Kau ingin hidup bersama ku

Tetapi itu hanyalah khayalan
Bak mimpi lamunan
Daku kau tinggalkan
Bertahun dalam kegelapan

Hati ku kau lukakan
Setelah lama bermesraan
Dalam keseorangan
Diri mu dapat ku lupakan

Oh kini menjelma pula
Hadir mu yang telah dewasa
Wajahnya tak ubah
Seperti wajah mu menggoda merayu ku

Luka yang lama berdarah kembali
Tersua adikmu
Tapi tak mungkin ku
Menyintai gadis yang serupa dengan mu
nurr
Aduhai Kekasih

Mula teman biasa
Kita berkenalan mesra
Lantas mengajak kita
Mengenali erti cinta

Kita bergurau senda
Madah pantun seloka
Pastinya tida ranjau
Bisa menghalangnya

Bukan kehendak siapa
Juga bukan terpaksa
Tetapi cinta itu
Datangnya tanpa dipinta

Terbang kita sejoli
Ke puncak awan yang tinggi
Semarak sumpah setia
Tak mungkin dinodai

Senyumlah kasih
Datang padaku
Kita bina sebuah rindu
Biar berkocak air di kali
Namun kita menghalangnya
Aduhai kekasih engkaulah ratuku
Kau telah terpilih dalam beribu

Tapi kini tinggalah kenangan
Engkau pergi membawa diri
Tinggallah aku tiada keruan
Menggenggam bara api
nurr
Aku Kerinduan

Tak siapa mendengar alunan lagu ku
Lahir dari jiwa luka memecah angkasa
Merintih, meminta... aku kerinduan

Bertahun ku kembara mencari dirimu
Menerjang panas dan kelam
Secarik pengertian tak pernah kau beri
Aku terseksa

Mengapa kau tinggalkan aku
Sedang ku mengharap diri mu
Luka parah di jiwa ini
Semakin menyeksa diriku

Di manakah sumpah setia darimu
Untuk aku yang menunggu
Katamu dulu aku kau cintai
Tetapi kau biarkan sepi
Mencari bayangan wajahmu
Di balik mimpi berwajah duka
nurr
Andainya Aku Pergi Dulu

Andainya aku pergi dulu sebelummu
Janganlah kau bersedih hati
Andainya aku tiada lagi di sisimu
Janganlah kau memencil diri
Bayangkanlah masa-masa bahagia
Semasa engkau dan aku
Bermesra di langit biru
Di waktu kasih berpadu

Andainya engkau pergi dulu sebelumku
Mestikah aku hidup melara
Andainya engkau tiada lagi di sisiku
Mestikah aku kecewa

Ku percaya kau selalu di sisiku
Walaupun jasadmu tiada
Walau di mana kau berada
Kasihku takkan berubah

Di pohon cemara ku ukirkan kata cinta
Bulan tersenyum dan bersinar
Berguguran daun jatuh lembut ke rambutmu
Meraikan suasana indah
Di sini ku berjanji disaksi rembulan
Andainya ku pergi dulu
Jikalau ku pergi dulu
Ku nantimu di pintu syurga
nurr
Berita Dari Rantau

Angin pantai
Dingin mencengkam
Ombak laut
Mengajak pulang

Di sini ku rindu
Kampung halaman
Yang lama kutinggalkan

Betapa indahnya negeri orang
Tak seindah tanah tumpah darahku
Wajah sanak saudara yang tercinta
Bermain di mataku di kala sepi

Sawah ladang dan pohon nyior
dDengarkanlah jeritan hati
Kuingin nyatakan...
Aku sering merindu belaianmu
Aku sering merindui kasihmu
nurr
Bukan Pada Ucapan

Tak berani mata memandang
Hanya senyuman dari kejauhan
Ada rahsia
Di dalam hati yang tersembunyi

Pada riak wajahmu
Ku tahu kau menyenangiku
Begitu juga perasaanku
Terhadap dirimu

Biar tak usah kita ucapkan
Ketulusan bukan pada ucapan

Pada ayah dan ibumu
Ku menyatakan hasrat hatiku
Ingin kusunting sekuntum melati
Sebagai penyeri di hati
nurr
Dapatkah ?

1
Malam bulan purnama
Di tepi pantai indah
Kududuk mengenangkan
Cinta ku yang tak sampai
Putus di tengah jalan
Sedih nian rasanya

2
Namun apa daya kau begini jadinya
Hidup ku merana kasih terputus sudah
Padamu oh tuhan ingin aku bertanya
Dapatkah kembali dia sang kekasih

( ulang 2 & 1 )
nurr
Derita Seorang Insan

Sekian lama deritanya
Dia bawa bersama-sama hidup ini
Mengharung masa-masa yang pahit
Namun hatinya tak pernah kecewa

Berjuta-juta peristiwa
Yang tak mungkin lagi dapat dipisahkannya
Begitu kasihnya dibelai dan dimanja
Namun akhirnya kecewa melanda

Kini semuanya sudah berlalu sepi
Dia menangis mengenang kembali
Segala beban ditempuh tiada erti
Bagaikan debu dibawa angin

Dia berjalan penuh hampa
Namun dia terima segala-galanya
Menadahkan tangan kepada Yang Esa
Bersyukur diatas pemberianNya
nurr
Di Tengah Kota

( 1 )
Penat berjalan di tengah kota
Mencari teman bukannya mudah
Kalau tak tahu cara bertanya
Kau akan tenggelam

( 2 )
Dibawa arus kesibukan kota
Yang tiada henti dari perubahan
Hidup ini penuh cabaran
Moga dapat bertahan

Solo:
( 3 )
Kita manusia tiada berkuasa
Untuk menghalang dunia berputar
Hanya usaha untuk sejahtera
Kita harus mencuba

( korus )
Memang sengsara jika hidup sendiri
Bagaikan hidup tanpa matahari
Oleh dari itu jangan keterlaluan
Pentingkan diri sendiri nanti kau dipulaukan

( ulang korus )
nurr
Gerimis Senja

Ku terpegun di jendela bila hujan gerimis senja
Tak ku lihat di hadapan ku diri ku dalam lamunan
Tiada lain yang ku bayangkan hanyalah peristiwa itu
Dosa-dosa yang ku lakukan tetap mengganggu batin

Tanya pada diri apakah ini semua cobaan belaka
Kesal ku tak berakhir menduga keyakinan ku kepadanya
Batin ku menjerit namun tiada suara

Aku cuba menyatukan semua harapan yang berkecai
Tuhan ku bimbingkanlah diri ku agar kesal ku hilang
Gerimis sungguh mencengkam tiada dapat ku tahan lagi
Sungguh-sungguh tak ku menduka hingga jadi begini
nurr
Gila Bayang

Tiap hari tiap malam
Tak berhenti aku mengenang
Nasib malang kau menghilang
Entah kemananya sayang

Rasa hati nak terbang
Tapi sayapku tiada
Oh katamu kau menyinta
Tapi kini kau di mana

( korus )
Kupandang ke langit
Dan melihat
Awan bagaikan tertawakan
Kucuba melupakan
Dikau sayang
Tapi sayangku rasa sayang

Aduh sayang aduh intan
Lihatlah diriku ini
Hati ini dikau curi
Tapi kau melarikan diri

Jika engkau tak kembali
Ku tak tahu apa nak jadi
Gila bayang tiap hari
Kembalilah oh kembali
nurr
Hati Ku Kau Luka

Mengapa tak kau katakan dulu
Dirimu sudah berteman
Mengapa kau sanggup mempermainkan
Diriku yang setia

Kalau ku tahu kejamnya dikau
Tak mungkin aku tergoda
Kini apa yang telah terjadi
Kau musnahkan segalanya

Hatiku kau luka
Musnahlah segala harapan
Kini kau pergi tiada kata
Tinggal aku keseorangan

Semoga engkau akan berbahagia
Di samping orang yang kau puja
Biar aku menanggung derita
Selamat tinggal oh kasih
nurr
Hingga Akhir Nanti

Hingga akhir nanti
kau tetap jadi pujaan walau seribu tahun
walau seribu zaman kutetap menanti

Hingga akhir nanti kau saja idaman hati
segala rasa cinta segala rasa sayang
hanyalah untukmu
hingga akhir nanti

Bulan takkan terang tanpa seri wajahmu
hati takkan tenang tanpa kehadiranmu
rindu dalam sepi rindu dalam mimpi
kutetap menanti
hingga akhir nanti

Datanglah kekasih datanglah padaku
kesetiaan diriku janganlah kau ragu
betapa kukasih betapa kurindu
seandainya kau tahu benarnya cintaku
nurr
Istana Pasir

Di tepian pantai yang indah permai
Kanak-kanak membina istana pasir
Dan disaksikan oleh sepasang insan
Sedang dalam percintaan

Yang sungguh hati mereka berdua
Kerana istana akan mereka bina
Hanya menunggu saat-saat bahagia
Jelas terbayang di mata

Sedang mereka terpesona
Melihat kanak-kanak gembira
Hujan pun turun tiba-tiba
Musnahlah oh istana

Tergugatlah perasaan mereka
Kerana takut akan terjadi
Pada istana yang bakal dibina
Pada istana yang bakal dibina

Hiduplah semula semangat dihati
Melihat kanak-kanak sambung kembali
Begitu megah hati sepasang insan
Melihat ketabahan ini
nurr
Khabar Buat Ibu

Ke hadapan ibuku
Yang sangat ku cintai
Dengarlah khabar ini
Tentang calon menantu mu

Orangnya sederhana tidak berlebihan
Tapi cergas serta pintar
Dan dia kan membantu mu
Dalam urusan seharian

( 1 )
Usahlah engkau bimbang tentang cinta kami
Kami telah berjanji akan saling menghormati
Harap ibu kan taburkan beras kunyit
Di depan halaman rumah
Menyambut kepulanagn kami berdua oh ibu ku

( korus )
Aku menyintainya
Seperti ayah menyintai mu
Dan dia menyintai ku
Seperti kau cintakan ayah

( ulang dari 1 )
nurr
Kerana

Kerana kau ku masih di sini
Kerana kau ku bisa menangis
Dan kerana kau yang menghancurkan
Ku tiada berteman
Terkenang wajah mu aku pilu

Selangkah ku tersebut nama mu
Tak terasa jiwa ku dipalu
Oleh rindu dan dendam pada mu
Dan ketika ini dan di saat ini
Dimanakah dikau

Kau puja bulan yang mengambang
Kau pinta bunga yang di taman larangan
Kau sendakan ku punya perasaan
Dan kau menyatakan bahawa cinta ini
Hanyalah permainan

Mengapakah tak kau rasa
Bukan paras supa yang sangat ku pinta
Ohh... ohh

Tapi hati yang dapat merasa
Yang kesedihan ini tak lain
Hanyalah kerana mu

Mengapakah ku diluka
Mengapakah harus ku tanggung semua ini
Tidakkah kau merasakan
Kesedihan ini tak lain hanyalah kerana mu
nurr
Ku Kehilangan Dikau

Lembut pedih direnungkan
Diselubungi awan hitam gelap
Bagaikan burung terbang
Di awan yang biru
Tiada tepian untuk dihinggapi

Bersama mendung yang suram
Kau tersentuh dan menghilang diri
Umpama tiap pantai diselimuti sepi
Di selubungi hati pedih pilu

( korus )
Kau hilang bersama bayang
Bersama sang bayu
Kerna kesilapan diri ini
Hingga kau sanggup untuk
Memutuskan percintaan

( korus 2 )
Ku kehilangan dikau
Ku kehilangan dikau
Bagai embun di siang hari

Diulang hilang dan kelam
Peristiwa lama yang berlalu
Datanglah kembali
Memancarkan rupa
Senyum tawamu yang kurindukan
nurr
Masih

Jendela yang terbuka luas
Menyambut mesranya tiba suria indah
Di kamar kesepian aku
Dibuai rindu lipatan sejarah masa nan lalu
Terpandang wajah mu
Pengalaman manis waktu itu
Terukir di hati mu
Masih di hati ku
Kita berkejar-kejar bagai ombak dan pantai
Bersama senda, bersama cinta
Sepasang merpati turut menyaksi semua (masih)
Masih jelas di mata (masih)
Masih terus ku ingat (masih)
Jendela yang terbuka luas
Membawa kembali kenangan masa silam
Di kamar ku merawat hati
Yang masih sepi
Terbiar dan mengharap kau kembali
Kau masih... di hati
Masih jelas di mata
Masih jelas di hati
Masih jelas di mata ( 2X )
nurr
Pertemuan Ini Seindah Mimpi

( Mazuin )
Antara pagi dan dini hari
Antara sore dan malam hari
Damainya di sini

( Alleycats )
Jauh terlalu jauh berlari
( Zainal )
Lama terlalu lama menanti
( Mazuin )
Hati kini terusik

( Mazuin )
Teras dunia
Terhenti seketika
Hanya degup jantung
Sapa mengapa

( Amy )
Demi mendengar ucapan
Kasih sayang
Dengan penuh keihlasan

( Alleycats )
Sesegar sesuci embun pagi
( Zainal )
Seindah cerita dalam mimpi
( Semua )
Pertemuan ini seindah mimpi
nurr
Senandung Semalam

Berirama senandung semalam
Ku terkenang peristiwa silam
Di mana aku dan si dia
Cinta benar cinta

Kau mencurah apa yang di rasa
Ku dibuai oleh angin senja
Budimu yang seikhlas itu
Akulah kekasihmu

( korus )
Kini tinggal kenangan belaka
Di taburan bunga pusaramu
Ku berdoa agar dikau
Aman bertemunya

Oh! kenangan tinggallah kenangan
Engkau pergi telah ditakdirkan
Diriku termenung menjauh
Bersama senandung semalam

( ulang korus hingga akhir )
nurr
Senyumlah Kuala Lumpur

Kuala Lumpur senyumanmu
Dipagi ini
Sungguh bererti
Kerna cinta bersemi lagi
Setelah kemarau panjang

Dilebuhraya
Dipapan tanda
Tergambar wajahmu
Dengan kalimat
Cinta untuk kita
Semoga kekal selamanya

( korus )
Bila ku bisikan puisi cinta
Dan tugu peringatan negara
Bagai tersenyum
Dalam diam bergembira
Memberi sokongan cinta
Agar bersinar sentiasa

Berganding tangan
Kita berdua
Menyusuri jalan
Ditengah kota
Sambil senandungkan lagu
Lagu kisah cinta lama

Bilaku bisikan puisi cinta
Dan tugu peringatan negara
Bagai tersenyum
Dalam diam bergembira
Memberi sokongan cinta
Agar bersinar sentiasa

Terimakasih kuucapkan
Oh kepadamu
Kuala Lumpur
Kerna kau telah temukan
Cinta antara kami berdua...
nurr
Seribu Bintang

Ingin kupergi jauh darimu
Agar kukenal erti rindu ini
Ingin aku menyelami jiwamu
Agar kukenal dirimu kasih

1
Ingin aku membenci dirimu
Tapi kebencian tiada padaku
Walau apa yang kau sangkakan
Aku tetap cinta padamu

Telah lama kuhidup melara
Telah kugagal dalam bercinta
Kini kau datang dengan seribu bintang
Bintang yang dulu sembunyi
Bintang yang tiada bererti

Kalau kau sudi menyentuhi hatiku
Aku kan selalu dekat padaku
Tapi jangan kau hanya cuba
Untuk mempermainkan cintaku

( ulang 1 )

Jangan permainkan cintaku
nurr
Puisi Untuk Sang Puteri

Menjunjung kasih cinta setia
Biar luka jemala hamba
Membuai rindu santapan kalbu
Asal dapat sentuh bayangmu

Sulaman emas kebaya labuh
Untuk puteri berpadan sungguh
Mabuk kepayang sekelip mata
Jangan hamba dianggap gila

Ingin membina istana dari permata
Malang sekali hamba tak punya apa
Ingin mencoret warkah bertinta emas
Tapi sayang tiada indah bahasa hamba

Hanya mencoret warkah usang
Untuk melepas kasih dan sayang
Jangan hamba dianggap gila
Niat suci di hati hamba
nurr
Suratan

Ada sepucuk warkah
Dalam riang aku terima
Dari sekeping hati yang kupuja

Diselitkan setangkai mawar
Yang merah merkah oh warnanya
Tapi sayang telah layu pun ia

Kau tanya kepadaku mengapa
Aku merayu
Kau tanya kepadaku mengapa
Aku mengganggu...oh..oh..ohhhh

Bukankah kau yang dulu
Mengharapkan kasihku
Setelahku serahkan
Dikau membisu

Tapi mengapa kini
Kau kata yang kau benci
Setelah jiwa raga ku korbankan
Untukmu

Sampul warkahmu indah
Tapi isinya hampa
Haruskah ku terima
Kesan yang tergambar ini
nurr

Tangisan Sekeping Hati

Awan berarak berguguran hujan
Menagih sekeping hati
Niur melambai memanggil namamu

Setiap titisan
Air mata ku jatuh ke bumi
Rindu ku kembali
Wajah mu di mata ku

Pada siapa kan ku beri hati ini
Setelah aku bersendiri
Telah ku cuba mencari pengganti
Tapi ternyata tak terdaya
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2014 Invision Power Services, Inc.